Tentang rindu
Tentang rindu yang terkadang tak tau waktu
Tentang rindu yang terkadang tak tau diri
Hadir tanpa permisi . . .
Aku merindukanmu . .
Merindukan segala tentang mu dan kebersamaan kita
Sambil menikmati kopi hitam diatas rumah . .
Sambil menatap senja sore itu
Terayun ayun dengan desus an angin sore
Yang seketika terlintas bayang wajahmu
Aku rindu . . .
Rindu kamu hadir disini . .
Di sisiku . .
Disampingku . .
Semenjak hari itu,
Hari dimana kamu pergi . .
Senja sangat begitu berbeda,
Rasanya seperti sunyi . .
Sepi sekali
Senja yang dahulu terasa sangat indah bagiku, Kali ini berubah
Senja pun mejadi sangat sendu . .
Rasanya hari hari ini terasa semakin berat . .
Aku hanya sendiri disini
sekali lagi . .
Hanya melihat mu sebagai bayangan . .
Bayangan semu . .
Coba katakan padaku,
Apa yang lebih pedih dari pada kehilangan sosokmu?
Merindukanmu namun hanya bisa melihat bayanganmu saja!
Mengingat dan memutar memori beberapa waktu yang lalu.
Momen indah kebersamaan kita. terekam dengan jelas dibenakku.
Tau kah kau bagaimana rasanya?
Pedih dan Pilu!
Melewati hari hari tanpamu,
Mencoba untuk bisa melupakan semuanya,
Dan berusaha untuk selalu baik baik saja didepan semua orang setelah kau pergi itu tidak muda tuan!
Itu sangat sulit sekali!
Aku benar - benar sangat merindukanmuuu . .
yah, dengarlah. . . . .
sekali lagi . .
Aku merindukan sosokmu
Hadir disini . .
Yang selalu menemani hari hariku
Selalu ada dengan ku setiap saat
Dikala senang,
Suka
Duka
Bahagia
Namun kini, kau telah memilih jalan mu,
Untuk bersamanya yang mungkin lebih bisa membuat mu bahagia
Namun disini,
Aku akan selalu merindukanmu . .
Merindukan sosok mu
Hadir disini . . . .
Seseorang yang selalu menjadi penyebab senyum dan tangisku . . .
Aku akan selalu merindukanmu . . .
thx to reading my blog
Kamis, 26 September 2019
Senin, 16 September 2019
Tentang kepergian
Tentang kepergian...
Bukan karna aku tak bisa melupakanmu
Namun
Kenangan itu masih terus berjalan dan terkenang
Bayangan mu, seolah olah nyata
Pedih ?
Tak usah diragukan lagi
Bukan persoalan bisa atau tidak bisa tanpamu
Namun,
Tentang hadirmu
Yang dulu selalu ada di dekatku
Namun kini kau jauh
Sangat jauh sekali jarak yang terbentang diantara kita
Bagaikan langit dan bumi
Pada nyata, dahulu kamu...
Selalu ada, untukku....
Tetapi, itu dulu . . . . .
Namun kini....
Jangan kan sosokmu selalu ada
Bertemu denganku saja seperti batu
Seolah olah ada tebing diantara kita
Seperti tak mengenalku
Kamu berubah
Berubah,
Menjadi dingin
Dingin sekaliiii, seperti ice
Sampai sampai, aku tak mengenalimu
Semenjak malam itu . . . .
Kamu memutuskan untuk mengakhiri semuanya
Dan semenjak itu pula
Sosokmu seketika leyap
Kamu bukan kamu yang aku kenal dulu.
Aku merindukan mu . . . .
Merindukan sosok mu yang dulu . . .
Seseorang yang selalu ada . . .
Namun kini kamu berbeda . . .
Dari wanita yang selalu diam diam mendoakan mu
Percayalah, aku akan selalu merindukanmu . . . .
Langganan:
Postingan (Atom)