thx to reading my blog

Kamis, 26 September 2019

Tentang Rindu

Tentang rindu


Tentang rindu yang terkadang tak tau waktu

Tentang rindu yang terkadang tak tau diri

Hadir tanpa permisi . . .


Aku merindukanmu . .

Merindukan segala tentang mu dan kebersamaan kita

Sambil menikmati kopi hitam diatas rumah . .

Sambil menatap senja sore itu

Terayun ayun dengan desus an angin sore

Yang seketika terlintas bayang wajahmu


Aku rindu . . .

Rindu kamu hadir disini . .

Di sisiku . .

Disampingku . .


Semenjak hari itu,

Hari dimana kamu pergi . .

Senja sangat begitu berbeda,

Rasanya seperti sunyi . .

Sepi sekali


Senja yang dahulu terasa sangat indah bagiku, Kali ini berubah

Senja pun mejadi sangat sendu . .

Rasanya hari hari ini terasa semakin berat . .


Aku hanya sendiri disini

sekali lagi . .

Hanya melihat mu sebagai bayangan . .

Bayangan semu . .


Coba katakan padaku,

Apa yang lebih pedih dari pada kehilangan sosokmu?

Merindukanmu namun hanya bisa melihat bayanganmu saja!

Mengingat dan memutar memori beberapa waktu yang lalu.

Momen indah kebersamaan kita. terekam dengan jelas dibenakku.


Tau kah kau bagaimana rasanya?

Pedih dan Pilu!


Melewati hari hari tanpamu,

Mencoba untuk bisa melupakan semuanya,

Dan berusaha untuk selalu baik baik saja didepan semua orang setelah kau pergi itu tidak muda tuan!

Itu sangat sulit sekali!


Aku benar - benar  sangat merindukanmuuu . .


yah, dengarlah. . . . .

sekali lagi . .

Aku merindukan sosokmu

Hadir disini . .


Yang selalu menemani hari hariku

Selalu ada dengan ku setiap saat


Dikala senang,

Suka

Duka

Bahagia


Namun kini, kau telah memilih jalan mu,

Untuk bersamanya yang mungkin lebih bisa membuat mu bahagia


Namun disini,

Aku akan selalu merindukanmu . .

Merindukan sosok mu

Hadir disini . . . .


Seseorang yang selalu menjadi penyebab senyum dan tangisku . . .

Aku akan selalu merindukanmu . . .

Senin, 16 September 2019

Tentang kepergian


Tentang kepergian...

Bukan karna aku tak bisa melupakanmu

Namun

Kenangan itu masih terus berjalan dan terkenang

Bayangan mu, seolah olah nyata


Pedih ?

Tak usah diragukan lagi

Bukan persoalan bisa atau tidak bisa tanpamu


Namun,

Tentang hadirmu

Yang dulu selalu ada di dekatku

Namun kini kau jauh

Sangat jauh sekali jarak yang terbentang diantara kita


Bagaikan langit dan bumi

Pada nyata, dahulu kamu...


Selalu ada, untukku.... 


Tetapi, itu dulu . . . . .

Namun kini....


Jangan kan sosokmu selalu ada

Bertemu denganku saja seperti batu

Seolah olah ada tebing diantara kita

Seperti tak mengenalku

Kamu berubah

Berubah,

Menjadi dingin

Dingin sekaliiii, seperti ice


Sampai sampai, aku tak mengenalimu


Semenjak malam itu . . . .

Kamu memutuskan untuk mengakhiri semuanya

Dan semenjak itu pula

Sosokmu seketika leyap

Kamu bukan kamu yang aku kenal dulu.


Aku merindukan mu . . . .
Merindukan sosok mu yang dulu . . . 
Seseorang yang selalu ada . . .
Namun kini kamu berbeda . . .
Dari wanita yang selalu diam diam mendoakan mu
Percayalah, aku akan selalu merindukanmu . . . .