Tentang kepergian...
Bukan karna aku tak bisa melupakanmu
Namun
Kenangan itu masih terus berjalan dan terkenang
Bayangan mu, seolah olah nyata
Pedih ?
Tak usah diragukan lagi
Bukan persoalan bisa atau tidak bisa tanpamu
Namun,
Tentang hadirmu
Yang dulu selalu ada di dekatku
Namun kini kau jauh
Sangat jauh sekali jarak yang terbentang diantara kita
Bagaikan langit dan bumi
Pada nyata, dahulu kamu...
Selalu ada, untukku....
Tetapi, itu dulu . . . . .
Namun kini....
Jangan kan sosokmu selalu ada
Bertemu denganku saja seperti batu
Seolah olah ada tebing diantara kita
Seperti tak mengenalku
Kamu berubah
Berubah,
Menjadi dingin
Dingin sekaliiii, seperti ice
Sampai sampai, aku tak mengenalimu
Semenjak malam itu . . . .
Kamu memutuskan untuk mengakhiri semuanya
Dan semenjak itu pula
Sosokmu seketika leyap
Kamu bukan kamu yang aku kenal dulu.
Aku merindukan mu . . . .
Merindukan sosok mu yang dulu . . .
Seseorang yang selalu ada . . .
Namun kini kamu berbeda . . .
Dari wanita yang selalu diam diam mendoakan mu
Percayalah, aku akan selalu merindukanmu . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar